Skip to main content

Inspired


Everytime I wake up in the morning saya merasa kuang bersemangat. pikiran saya di hantui dengan masa depan semua kemungkinan dan resiko, kekhwatiran yang mungkin bisa terjadi, and what will come next ?.

Actually ke khwatiran saya datang dari impian saya untuk bisa menikmati gaya hidup di mana saya bisa pindah dari kota- ke kota lain, menikmati kemewahan, hobi dan olahraga yang menarik ( gaya hidup Playboy di sekitar tahun 1950 an) gaya hidup yang terasa kurang menarik lagi sejak era Internet namun masih akan terasa manis bagi anak muda yang penuh gairah. Saya khwatir bahwa saya tak mampu untuk mewujudkannya and in reality saya taktahu bagaimana cara mewujudkannya, harus mulai dari mana. In a fact mempertahankan gaya hidup seperti itu butuh dana yang tak  murah dan mudah di dapat. Saya khwatir ini hanya akan jadi sekedar angan-angan tanpa mampu di wujudkan seperti yang tertulis di al-quran panjang angan-angan itu buruk. 

Saya rasa ini bukan angan-angan tetapi sesuatu yang memang bisa di capai, dan memang untuk mencapainya membutuhkan  banyak usaha Waktu dan energi sesuatu yang orang jaman sekarang tak akan berani berkorban karena kemudahan hidup di era internet
but lebih buruk lagi ketika saya bangun tanpa semangat, tak punya sesuatu untuk di capai, tak mampu menikmati kehidupan intelektual dan kenyamanan hidup tak ada inisatif dan komintmen. Lebih baik saya mealkukan  Sesuatu yang akan membuat saya kembali bergairah.

Comments

Popular posts from this blog

The Evolution of Value Investing: From Benjamin Graham to Modern Markets

The Evolution of Value Investing: From Benjamin Graham to Modern Markets Value investing, pioneered by Benjamin Graham in the early 20th century, has transformed dramatically as markets have evolved. While its core principles remain influential, the extraordinary opportunities of Graham's era have largely disappeared. This article explores value investing's journey, the changes in market efficiency, and what today's investors can learn from this evolution. Benjamin Graham: The Original Value Investor Benjamin Graham developed his investment approach during a fundamentally different market environment of the 1920s-1950s. As an investment manager, academic at Columbia Business School, and author of seminal works like "Security Analysis" and "The Intelligent Investor," Graham operated when: - Financial information was difficult to access and inconsistently reported - Few professional analysts scrutinized company reports - The Great Depression created exc...

BELAJAR BAHASA INGGRIS ITU MUDAH

1. Kata yang terdapat di dalam tanda kurung adalah UCAPKAN KATA atau KALIMAT. Kata tersebut di ucapkan atau di baca sama seperti dalam Bahasa Indonesia 2. tanda titik dua (:) kata kata yang terdapat dalam kolom adalah KATA-KATA PENGGANTI. Misalnya I am = saya Maksudnya adalah : I am jealous = saya cemburu. I am sad = saya sedih. Dan seterusnya Hafalkan ungkapan-ungkapan ini untuk praktek sehari-hari! 1. Be honest.( bi: onist) Jujurlah. 2. I suppose it`s nice. (ai supouz its nais) saya kira itu bagus. 3. When will you be back? ( wen wily u: bi: bek) kapan anda akan kembali? 4. May I speak , madam? Boleh saya bicara bu? 5. It is enjoyable (it iz injoiebl) itu menyenangkan. 6. it is too noisy. (it iz tu: noizi) itu terlalu ribut. 7. How do you know? ( hau: du yu: nou) bagaimana anda tahu? 8. Oh, really? (oh rely) Oh, sungguh? 9. Don`t talk so loudly. ( dount to:k sou laudlli) Jangan bicara terlalu keras. 10. Yes, please do. ( yes, pli:z du:) Ya, silahkan...